loading...
Home » » Ancaman meninggalkan sholat Hadits 8

Ancaman meninggalkan sholat Hadits 8

Diterbitkan Oleh Catatan Seorang Hamba Pada 07 February 2017

Ancaman meninggalkan sholat



Hadits 8Rasulullah saw. bersabda,
“barangsiapa meninggalkan shalat hingga terlewat waktunya, lalu ia mengqadhanya, maka ia akan ‘disiksa di dalam neraka selama satu huqub, satu huqub sama dengan 80 tahun, dan satu tahun terdiri dari 360 hari. 
Sedangkan ukuran satu hari (di akhirat) adalah 1.000 tahun (di dunia).” (Majalisul Abrar)

Di dalam lughat, huqub artinya waktu yang sangat panjang. 
Tetapi menurut kebanyakan hadits, bermakna seperti di atas, yaitu 80 tahun. 
Perhitungan demikian tertulis dalam kitab Darrul Mantsur. 
Ali r.a. pernah ditanya oleh Hilal Hijri r.a., “Berapa lamakah satu huqub itu?” Ali r.a. menjawab, “Satu huqub adalah 80 tahun, dan setahun adalah 12 bulan, dan setiap bulan adalah 30 hari, dan satu hari sama dengan 1.000 tahun hari di akhirat.” Abullah bin Mas’ud r.a. meriwayatkan dalam riwayat yang shahih bahwa satu huqub sama dengan 80 tahun. 
Abu Hurairah r.a. telah mendengar langsung dari Rasulullah saw. 
bahwa satu huqub sama dengan 80 tahun dan satu tahun sama dengan 360 hari dan satu hari di akhirat sama dengan 1.000 tahun perhitunganmu (di dunia). Kemudian Abdullah bin Umar r.a. berkata, “Kita jangan merasa cukup bahwa dengan iman yang kita miliki, pada akhir-nya kita akan diangkat dari neraka, yaitu bila akan diangkat dari neraka setelah 28.800.000 tahun. 
Dan apabila disebabkan oleh dosa lainnya, maka akan lebih lama lagi mendiami neraka. 
Selain itu, banyak hadits yang mene-rangkan tentang lama atau tidaknya tinggal di neraka. 
Akan tetapi lamanya satu huqub seperti yang disebutkan di dalam hadits di atas telah banyak disebutkan dalam beberapa hadits. Dan mungkin juga berkurang atau bertambahnya siksaan akan disesuaikan dengan orang tersebut.
Ancaman meninggalkan sholat Hadits 8

Di dalam kitab Qurratul Uyun Abu Laits Samarqandi rah.a. menulis sebuah hadits, “Barangsiapa meninggalkan shalat fardhu dengan sengaja walaupun satu shalat, maka namanya akan tertulis pada pintu neraka yang ia harus memasukinya.” Ibnu Abbas r.a. berkata, “Suatu ketika Rasulullah saw. bersabda, “Katakanlah, Ta Allah, janganlah salah seorang dari kami dijadikan orang-orang yang sengsara.’ Kemudian Rasulullah saw. bertanya, Tahukah kamu siapakah orang yang sengsara itu?’ Para sahabar r.a. menjawab, ‘Orang yang sengsara adalah orang yang meninggalkan shalat. 
Dalam Islam mereka tidak akan mendapat bagian apapun.” Disebutkan dalam hadits lain bahwa barangsiapa meninggalkan shalat tanpa alasan yang dibenarkan oleh syariat, maka pada hari Kiamat Allah Swt. 
tidak akan mempedulikannya, bahkan Allah Swt. akan menyiksanya dengan suatu azab yang sangat pedih.

Disebutkan dalam hadits lain, ada 10 orang yang akan disiksa dengan luar biasa, salah satunya adalah bagi orang yang meninggalkan shalat. Kedua tangannya akan dibelenggu, malaikat akan senantiasa memukul wajah dan punggungnya. 
Surga akan berkata kepadanya, “Engkau tidak akan mem-punyai hubungan apapun denganku. Dan aku tidak diperuntukkan kepada orang-orang seperti kamu.” Kemudian Jahannam akan berkata, “Mari, kemarilah, kamu adalah untukku dan aku untukmu.”

Dalam hadits inipun diriwayatkan di dalam neraka terdapat suatu lembah (hutan) yang bernama Lamlam. Di dalamnya ada seekor ular yang sangat besar, sebesar leher unta dan panjangnya seperti satu bulan perjalanan. 
Ular itu diciptakan untuk menyiksa orang-orang yang meninggalkan shalat. 
Di dalam hadits yang lain juga disebutkan bahwa di sana ada suatu padang yang bernama Jubul Huzn. Di sana ada rumah-rumah kalajengking, dan setiap kalajengking besarnya sama dengan keledai. Dan kalajengking itu diciptakan untuk menyiksa orang-orang yang meninggalkan shalat. Memang benar bahwa Allah Swt. 
dengan mudah dapat mengampuni dosa hamba-Nya, namun siapakah yang dapat menjamin bahwa Allah 5m;/. akan mengampuni kita?

Di dalamnya kitab Az Zawajir, Ibnu Hajar rah.a. menulis bahwa ada seorang wanita yang meninggal dunia, saudara laki-lakinya ikut serta dalam upacara penguburannya. Ketika mayat itu dikubur, sebuah kantong uang terjatuh dan masuk ke dalam liang kubur.
 Pada waktu itu ia tidak sadar, namun ketika ia telah pulang ke rumahnya, ia ingat bahwa kantong uangnya telah teijatuh, iapun merasa sedih. Akhirnya secara sembunyi-sembunyi ia menggali kubur tadi untuk mengambil kantong uang tersebut, tetapi ketika kuburan itu digalinya, tiba-tiba jilatan api keluar dari dalam kubur tersebut. 
Sambil menangis ia segera menemui ibunya, kemudian ia menceritakan kepada ibunya apa yang telah terjadi, dan ia bertanya, Mengapa terjadi demikian?” Ibunya menjawab, “Dia sering bermalas-malasan dalam menger-jakan shalat dan selalu mengqhada shalatnya.” Mudah-mudahan Allah meme-lihara kita dari perbuatan seperti itu.



Terimakasih Sudah Membaca Artikel Ini & Jangan Lupa Dishare Ya, By Catatan Seorang Hamba

Posting Sebelumnya
« Lihat Postingan Sebelumnya
Selanjutnya
Post Selanjutnya »