loading...
Home » » Ancaman meninggalkan sholat Hadits 9

Ancaman meninggalkan sholat Hadits 9

Diterbitkan Oleh Catatan Seorang Hamba Pada 07 February 2017

Ancaman meninggalkan sholat



Hadits 9
“Dari Abu Hurairah r.a. berkata bahwa Rasulullah saw. bersabda, ‘Tidak ada bagian dalam Islam bagi orang yang tidak mengerjakan shalat dan tidak ada shalat bagi orang yang tidak ada wudhu.” (Hr. Albazaar - AT-Targhib)

Seseorang yang tidak mengerjakan shalat dan ia mengaku dirinya seorang muslim, bahkan dengan mengemukakan dalil bahwa dirinya seorang yang benar-benar muslim, maka sedikit berpikirlah tentang hadits Rasulullah ini. 
Mengenai hal ini Rasulullah saw. bersabda, “Hendaklah kamu perhatikan, bahwa kejayaan orang-orang terdahulu adalah karena mereka selalu berpegang teguh pada agamanya, sehingga dunia betfada di bawah telapak kaki mereka.”

Suatu ketika pernah mata Abdullah bin Abbas r.a. kemasukan benda, sehingga orang-orang berkata kepadanya, “Kamu bisa sembuh dengan syarat sementara waktu kamu harus meningalkan shalat.” Beliau berkata, ‘Tidak, hal itu tidak mungkin saya lakukan karena saya pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda, “Barangsiapa meninggalkan shalat niscaya ia akan menjumpai Allah Swt. 
dalam keadaan dimurkai.” Mengenai hal ini hadits lain meriwayat-kan bahwa mereka menasehati beliau agar bersujud di atas kayu selama lima hari. 
Beliau berkata, “Satu rakaatpun saya tidak akan melakukannya seperti itu, aku akan bersabar menghabiskan sisa usiaku dalam keadaan buta.”

Bagi mereka tidak mudah untuk meninggalkan shalat sekalipun disebabkan oleh uzur yang membolehkan mereka meninggalkannya.

Pada akhir hayatnya Umar r.a. terkena tusukan pisau, beliau banyak mengeluarkan darah sehingga beliau sering jatuh pingsan, kemudian dalam keadaan pingsan beliau meninggal dunia. 
Tetapi pada waktu beliau sakit, apabila waktu shalat tiba, maka beliau segera mengerjakan shalat. Dalam keadaan bagaimanapun beliau mengerjakan shalat. Beliau berkata, “Sesungguhnya orang yang tidak mengerjakan shalat, maka ia tidak mendapat bagian apapun dalam Islam.”

Sekarang lihatlah diri kita, karena kita menganggap ada keringanan dan kemudahan dalam shalat, maka tidak perlu bersusah payah mengerjakan shalat, lebih baik kita membayar fidyah saja. 
Kita berangan-angan akan mendapatkan tingkat ibadah seperti orang-orang terdahulu dalam mengerjakannya, namun kita tidak memahami bagaimana teguhnya orang-orang terdahulu dalam memegang agama.
Ancaman meninggalkan sholat Hadits 9

Ali r.a. meminta seorang hamba sahaya (pembantu) kepada Rasulullah saw. untuk membantunya dalam pekerjaan sehari-hari. 

Rasulullah saw. bersabda, “Ada tiga orang hamba sahaya padaku, ambillah menurut yang kamu sukai.” Ali r.a. berkata, ‘Terserah engkau ya Rasulullah, mana yang engkau sukai.” Kemudian beliau memilih salah seorang dan bersabda, “Ambillah dia karena dia seorang yang menjaga shalatnya. 
Janganlah kamu memukulnya karena kita dilarang memukul orang yang menjaga shalatnya.”

Kisah seperti di atas terjadi juga kepada seorang sahabat yang bernama Abul Haitsam. 
Dia juga meminta seorang hamba sahaya kepada Rasulullah saw. 
Akan tetapi kebalikan daripada semua ini adalah, ketika pekerja kita adalah orang yang menjaga shalatnya maka kita menyakiti dia dan karena kebodohan kita, kita menganggap bahwa shalat dia adalah kerugian bagi kita.

Suatu ketika Sufyan Atstsauri pernah mengalami bahwa dirinya telah dikuasai oleh keadaan (ghaabatul hat). Selama tujuh hari terus menerus dia tinggal di rumahnya tanpa makan, minum dan tidur. 
Setelah mengetahui kondisinya, gurunya bertanya, “Apakah waktu-waktu shalatnya terjaga (yakni dia terus menerus menjaga waktu shalatnya)?” Orang-orang menjawab, “Sesungguhnya waktu-waktu shalatnya betul-betul terjaga.” Gurunya berkata, “Segala puji bagi Allah yang tidak memberikan jalan kepada syetan untuk menguasainya.” (Bahjatun Nufus).



Terimakasih Sudah Membaca Artikel Ini & Jangan Lupa Dishare Ya, By Catatan Seorang Hamba

Posting Sebelumnya
« Lihat Postingan Sebelumnya
Selanjutnya
Post Selanjutnya »