loading...
Home » » 7 Adab Memberikan Nasihat Menurut Syariat Islam

7 Adab Memberikan Nasihat Menurut Syariat Islam

Diterbitkan Oleh Catatan Seorang Hamba Pada 14 March 2017

Adab Memberikan Nasihat

1. Berikan nasihat dengan niat ikhlash, jangan mengharap apapun di balik nasihat itu selain keridhaan Allah SWT, sehingga anda terlepas dari kewajiban.
Bukan untuk tujuan riya' atau mendapat perhatian orang atau ketenaran atau niat membalas menjatuhkan orang yang anda nasihati.

Adab Memberikan Nasihat
2. Sampaikanlah nasihat dengan cara yang baik dan tutur kata yang lembut dan mudah dipahami hingga dapat berpengaruh kepada orang yang anda nasihati dan mau menerimanya.
Allah SWT berfirman:
“Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah, nasihat yang baik dan debatlah ia dengan cara yang lebih baik.” (An-Nahl: 125)

3. Nasihatilah seseorang di saat sendirian, karena yang demikian itu lebih mudah ia terima.
Sebab jika anda menasihati saudara anda ketika sedang bersama banyak orang maka berarti anda telah mencemarkannya, dan jika anda menasihatinya secara rahasia maka anda telah menghiasinya.

Imam Syafi`i berkata:
“Berilah aku nasihat secara berduaan, dan jauhkan aku dari nasihatmu di tengah orang banyak, karena nasihat di tengah-tengah orang banyak itu mengandung makna celaan yang aku tidak suka mendengarnya.”

Adab Memberikan Nasihat

4. Fahami betul dengan apa yang anda nasihatkan, dan berhati-hatilah dalam menukil pembicaraan agar anda tidak dipungkiri, dan suruhlah berdasarkan ilmu, karena itulah yang lebih mudah untuk diterima.

5. Perhatikan kondisi orang yang akan anda nasihati.
Janganlah menasihati di saat seseorang sedang kalut, atau sedang bersama rekan-rekan atau kerabatnya.
Dan pahamilah perasaan, kedudukan, pekerjaan dan kesulitan orang yang anda nasihati.

6. Jadilah teladan bagi orang yang akan anda nasihati.
Allah SWT berfirman:
"Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat.
Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tiada kamu kerjakan.” (Ash-Shaff : 2-3)

7. Jadilah orang yang sabar dan bersabarlah terhadap kemungkinan yang menimpa.
Allah SWT berfirman:
“Wahai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang ma`ruf dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang munkar dan sabarlah terhadap apa yang menimpamu.
Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).” (Luqman: 17)

Luqman menyuruh anaknya untuk sabar terhadap kemungkinan yang terjadi karena ia memerintah orang lain mengerjakan kebaikan dan mencegah kemunkaran.
Ingatlah beramar ma’ruf dan nahi mungkar dengan cara sabar adalah kewajiban setiap muslim.

Terimakasih Sudah Membaca Artikel Ini & Jangan Lupa Dishare Ya, By Catatan Seorang Hamba

Posting Sebelumnya
« Lihat Postingan Sebelumnya
Selanjutnya
Post Selanjutnya »