loading...
Home » » 7 Adab Menerima Tamu Menurut Syariat Islam

7 Adab Menerima Tamu Menurut Syariat Islam

Diterbitkan Oleh Catatan Seorang Hamba Pada 14 March 2017

Adab Menerima Tamu

1. Undanglah orang-orang yang bertaqwa, jangan mengundang orang-orang fasiq.
Rasulullah bersabda:
“Janganlah kamu bersahabat kecuali dengan seorang mukmin, dan jangan memakan makananmu kecuali orang yang bertaqwa.”
(HR. Ahmad dan dinilai hasan oleh Al-Albani).

2. Undanglah orang-orang fakir, jangan hanya mengundang orang-orang kaya untuk jamuan.
Rasulullah bersabda:
“Seburuk-buruk makanan adalah makanan pesta pengantin (walimah), karena yang diundang hanya orang-orang kaya, tanpa orang-orang faqir.” (Muttafaq ’alaih)

3. Niatkan untuk mengikuti sunnah dan membahagiakan teman-teman dalam mengundang jamuan jangan diniatkan untuk berbangga-bangga dan berfoya-foya.
Dan Janganlah memaksakan diri untuk mengundang tamu.

Anas menuturkan:
"Pada saat kami berada di sisi Umar, ia berkata, “Kami dilarang memaksakan diri (membuat diri sendiri repot).”
(HR. Al-Bukhari).

4. Jangan anda membebani tamu untuk membantu, karena hal ini bertentangan dengan kewibawaan dan jangan menampakkan kejemuan terhadap tamu, tetapi menampakkan kegembiraan dengan kehadiran mereka, bermuka manis dan berbicara ramah dan ceria.
7 Adab Menerima Tamu

5. Segera hidangkan makanan, karena yang demikian itu berarti menghormatinya dan dahulukanlah yang tua dari yang muda dan yang kanan dari yang kiri.

6. Jangan tergesa-gesa mengangkat hidangan sebelum tamu selesai menikmati jamuan anda.

7. Antarkanlah tamu hingga di luar pintu rumah.

Terimakasih Sudah Membaca Artikel Ini & Jangan Lupa Dishare Ya, By Catatan Seorang Hamba

Posting Sebelumnya
« Lihat Postingan Sebelumnya
Selanjutnya
Post Selanjutnya »