loading...
Home » » Cara Berdakwah Yang Luwes Bag 1 (Kisah Sunan Kudus)

Cara Berdakwah Yang Luwes Bag 1 (Kisah Sunan Kudus)

Diterbitkan Oleh Catatan Seorang Hamba Pada 09 March 2017

Strategi Pendekatan Kepada Massa Sunan Kudus termasuk pendukung gagasan Sunan Kalijaga dan Sunan Bonang yang menerapkan strategi dakwah kepada masyarakat sebagai berikut:
  1. Membiarkan dulu adat istiadat dan kepercayaan lama yang sukar diubah. Mereka sepakat untuk tidak mempergunakan jalan kekerasan atau radikal menghadapi masyarakat yang demikian.
  2. Bagian adat yang tidak sesuai dengan ajaran Islam tetapi mudah dirubah maka segera dihilangkan.
  3. Tut Wuri Handayani, artinya mengikuti dari belakang terhadap kelakuan dan adat rakyat tetapi diusahakan untuk dapat mempengaruhi sedikit demi sedikit dan menerapkan prinsip Tut Wuri Hangiseni, artinya mengikuti dari belakang sambil mengisi ajaran agama Islam.
  4. Menghindarkan konfrontasi secara langsung atau secara keras di dalam cara menyiarkan agama Islam. Dengan prinsip mengambil ikan tetapi tidak mengeruhkan airnya.
  5. Pada akhirnya boleh saja merubah dan kepercayaan masyarakat yang tidak sesuai dengan ajaran Islam tetapi dengan prinsip tidak menghalau masyarakat dari umat Islam.
Cara Berdakwah Yang Luwes Bag 1 (Kisah Sunan Kudus)

Kalangan umat Islam yang sudah tebal imannya harus berusaha menarik simpati masyarakat non muslim agar mau mendekat dan tertarik pada ajaran Islam. 
Hal itu tak bisa mereka lakukan kecuali melaksanakan ajaran Islam.
 Hal itu tak bisa mereka lakukan kecuali melaksanakan ajaran Islam secara konsekuen. 

Sebab dengan melaksanakan ajaran Islam secara lengkap otomatis tingkah laku dan gerak gerik mereka sudah merupakan dakwah nyata yang dapat memikat masyarakat non muslim.

Strategi dakwah ini diterapkan oleh Sunan Kalijaga, Sunan Bonang, Sunan Muria, Sunan Kudus dan Sunan Gunungjati. 

Karena siasat mereka dalam berdakwah tak sama dengan garis yang ditetapkan oleh Sunan Ampel maka mereka disebut Kaum Abangan atau Aliran Tuban. 

Sedang pendapat Sunan Ampel yang didukung Sunan Giri dan Sunan Drajad disebut Kaum Putihan atau Aliran Giri. 

Namun atas inisiatif Sunan Kalijaga, kedua pendapat yang berbeda itu pada akhirnya dapat dikompromosikan.

Terimakasih Sudah Membaca Artikel Ini & Jangan Lupa Dishare Ya, By Catatan Seorang Hamba

Posting Sebelumnya
« Lihat Postingan Sebelumnya
Selanjutnya
Post Selanjutnya »

No comments:

Post a Comment

Terima Kasih Sudah Berkunjung ! Lihat Update Berikutnya