loading...
Home » » Cara Berdakwah Yang Luwes Bag 2 (Kisah Sunan Kudus)

Cara Berdakwah Yang Luwes Bag 2 (Kisah Sunan Kudus)

Diterbitkan Oleh Catatan Seorang Hamba Pada 09 March 2017

Merangkul Masyarakat Hindu Di Kudus pada waktu itu penduduknya masih banyak yang beragama Hindu dan Budha. 
Untuk mengajak mereka masuk Islam tentu bukannya pekerjaan mudah.

 Terlebih mereka yang masih memeluk kepercayaan lama dan memegang teguh adat istiadat lama, jumlahnya tidak sedikit. 
Didalam masyarakat seperti itulah Ja'far Sodiq harus berjuang menegakkan agama. 

Pada suatu hari Sunan Kudus atau Ja'far Sodiq membeli seekor sapi (dalam riwayat lain disebut Kebo Gumarang).

 Sapi tersebut berasal dari Hindia, dibawa para pedagang asing dengan kapal besar.
 Sapi itu ditambatkan di halaman rumah Sunan Kudus. 
Cara Berdakwah Yang Luwes Bag 2 (Kisah Sunan Kudus)

Rakyat Kudus yang kebanyakan beragama Hindu itu tergerak hatinya, ingin tahu apa yang akan dilakukan oleh Sunan Kudus terhadap sapi itu. 
Sapi dalam pandangan agama Hindu adalah hewan suci yang menjadi kendaraan para Dewa.

 Menyembelih sapi adalah perbuatan dosa yang dikutuk para Dewa. 
Lalu apa yang akan dilakukan Sunan Kudus? 
Apakah Sunan Kudus hendak menyembelih sapi di hadapan masyarakat yang kebanyakan justru memujanya dan menganggap binatang keramat.
 Itu berarti Sunan Kudus akan melukai hati rakyatnya sendiri.

Dalam tempo singkat halaman rumah Sunan Kudus dibanjiri rakyat, baik yang beragama Islam maupun Budha dan Hindu. 
Setelah jumlah penduduk yang datang bertambah banyak, Sunan Kudus keluar dari dalam rumahnya.

"Sedulur-sedulur yang saya hormati, segenap sanak kadang yang saya cintai", Sunan Kudus membuka suara.

"Saya melarang sauadara-saudara menyakiti apalagi menyembelih sapi. Sebab di waktu saya masih kecil, saya pernah mengalami saat yang berbahaya, hampir mati kehausan lalu seekor sapi datang menyusui saya". Mendengar cerita tersebut para pemeluk agama Hindu terkagum kagum.

Mereka menyangka Raden Ja'far Sodiq itu adalah titisan Dewa Wisnu, maka mereka bersedia mendengarkan ceramahnya.

"Demi rasa hormat saya kepada jenis hewan yang telah menolong saya, maka dengan ini saya melarang penduduk Kudus menyakiti atau menyembelih Sapi!" Kontan para penduduk terpesona atas kisah itu.

Sunan Kudus melanjutkan, "Salah satu di antara surat-surat di dalam Al Qur'an yaitu surat kedua dinamakan Surat Sapi atau dalam bahasa Arabnya Al-Baqarah", kata Sunan Kudus.

Masyarakat makin tertarik. 
Kok ada Sapi di dalam Al Qur'an, mereka jadi ingin tahu lebih banyak dan untuk itulah mereka harus sering-sering datang mendengarkan keterangan Sunan Kudus.

Demikianlah, sesudah simpati itu berhasil didapatkan akan lapanglah jalan untuk mengajak masyarakat berduyun-duyun masuk agama Islam. Bentuk Masjid yang dibuat Sunan Kudus pun juga tak jauh bedanya dengan candi-candi milik orang Hindu.

 Lihatlah Menara Kudus yang antik itu, yang hingga sekarang dikagumi orang di seluruh dunia karena keanehannya. Dengan bentuknya yang mirip candi itu orang-orang Hindu merasa akrab dan tidak merasa takut atau segan masuk ke dalam masjid guna mendengarkan ceramah Sunan Kudus.

Terimakasih Sudah Membaca Artikel Ini & Jangan Lupa Dishare Ya, By Catatan Seorang Hamba

Posting Sebelumnya
« Lihat Postingan Sebelumnya
Selanjutnya
Post Selanjutnya »

No comments:

Post a Comment

Terima Kasih Sudah Berkunjung ! Lihat Update Berikutnya