loading...
Home » » Sunan Kudus Di Negeri Mekah

Sunan Kudus Di Negeri Mekah

Diterbitkan Oleh Catatan Seorang Hamba Pada 10 March 2017

Di dalam legenda dikisahkan bahwa Raden Ja'far Sodiq itu suka mengembara, baik ke Tanah Hindustan maupun ke Tanah Suci Mekah.

Sewaktu berada di Mekah beliau menunaikan ibadah haji.
Dan kebetulan di sana ada wabah penyakit yang sukar diatasi.

Penguasa negeri Arab mengadakan sayembara, siapa yang berhasil melenyapkan wabah penyakit itu akan diberi hadiah harta benda yang cukup besar jumlahnya.

Sudah banyak orang mencoba tak pernah berhasil.

Pada suatu hari Sunan Kudus atau Ja'far Sodiq mengahadap penguasa negeri itu tapi kedatangannya disambut dengan sinis.

"Dengan apa tuan melenyapkan wabah penyakit itu?" tanya sang Amir.

"Dengan doa", jawab Ja'far Sodiq singkat.

"Kalau hanya doa kami sudah puluhan kali melakukannya.
Tapi mereka tak pernah berhasil mengusir wabah penyakit ini".

"Saya mengerti, memang Tanah Arab ini gudangnya para ulama.
Tapi jangan lupa ada saja kekurangannya sehingga doa mereka tidak terkabulkan", kata Jakfar Sodiq.
Sunan Kudus Di Negeri Mekah

"Hem, sungguh berani tuan berkata demikian", kata Amir itu dengan nada berang.

"Apa kekurangan mereka?".

"Anda sendiri yang menyebabkannya", kata Jakfar Sodiq dengan tenangnya.

"Anda telah menjanjikan hadiah yang menggelapkan mata hati mereka sehingga doa mereka tidak ikhlas. Mereka berdoa hanya karena mengharap hadiah". Sang Amir pun terbungkam atas jawaban itu.

Ja'far Sodiq lalu dipersilakan melaksanakan niatnya.

Kesempatan itu tidak disia-siakan. Secara khusus Jakfar Sodiq berdoa dan membaca beberapa amalan.

 Dalam tempo singkat wabah penyakit mengganas di negeri Arab telah menyingkir.
Bahkan beberapa orang yang menderita sakit keras secara mendadak langsung sembuh.
Bukan main senangnya hati sang Amir.

Rasa kagum mulai menjalari hatinya. Hadiah yang dijanjikannya bermaksud diberikannya kepada Ja'far Sodiq.
Tapi Ja'far Sodiq menolaknya, dia hanya minta sebuah batu yang berasal dari Baitul Maqdis.
Sang Amir mengijinkannya.
Batu itu pun dibawa ke tanah Jawa, dipasang di pengimaman masjid Kudus yang didirikannya sekembali dari Tanah Suci.

Rakyat kota Kudus pada waktu itu masih banyak yang beragama Hindu dan Budha.
 Para Wali mengadakan sidang untuk menentukan siapakah yang pantas berdakwah di kota itu.

Pada akhirnya Ja'far Sodiq yang bertugas di daerah itu.
Karena Masjid yang dibangunnya dinamakan Kudus maka Raden Ja'far Sodiq pada akhirnya disebut Sunan Kudus.

Terimakasih Sudah Membaca Artikel Ini & Jangan Lupa Dishare Ya, By Catatan Seorang Hamba

Posting Sebelumnya
« Lihat Postingan Sebelumnya
Selanjutnya
Post Selanjutnya »

No comments:

Post a Comment

Terima Kasih Sudah Berkunjung ! Lihat Update Berikutnya