loading...
Home » » Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS)

Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS)

Diterbitkan Oleh Catatan Seorang Hamba Pada 21 April 2017

Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS)

merupakan suatu kondisi ketika paru mengalami jejas berat yang tersebar, sehingga mempengaruhi kemampuan untuk mengambil oksigen.
Acute Respiratory Distress Syndrome

Rendahnya kadar oksigen dalam darah dan ketidakmampuan untuk mengambil oksigen pada tingkat normal merupakan gejala khas ARDS.

Anamnesis

Identifikasi penyakit yang mendasari: sepsis, pneumonia, aspirasi isi lambung, pankreatitis, transfusi darah, atau trauma berat.

Pemeriksaan Fisik

Demam, takipneu, takikardi, ronki difus.

Pemeriksaan Penunjang
  • Laboratorium: darah perifer lengkap, analisa gas darah, elektrolit, plasma brain natriuretic peptide (BNP)
  • EKG, ekokardiografi
  • Radiologis: foto toraks menunjukkan infiltrat bilateral yang konsisten dengan edema paru, CT scan tidak rutin dilakukan

Pendekatan Diagnosis
  • Pendekatan umum:
    - ALI/ARDS merupakan suatu diagnosis eksklusi, sehingga sebaiknya penegakan diagnosis dilakukan setelah penyebab infiltrat bilateral akut, hipoksemia berat, dan distres pernapasan lain telah disingkirkan.
  • Edema paru kardiogenik adalah satu penyakit yang harus selalu disingkirkan, karena sering terjadi dan seringkali sulit dibedakan secara klinis.
    Setelah edema paru kardiogenik disingkirkan, pertimbangan lainnya termasuk pneumonia, perdarahan alveolar difus, pneumonia eosinofilik idiopatik akut, cryptogenic organizing pneumonia (COP), pneumonia interstitial akut (Hamman-Rich syndrome), dan kanker progresif.

    Untuk menyingkirkan diagnosis edema paru kardiogenik Dibutuhkan beberapa pemeriksaan penunjang yaitu plasma BNP, ekokardiografi, dan kateterisasi jantung kanan.
  • Menyingkirkan penyebab gagal napas lainnya:
    -Apabila penyakit tersebut tidak bisa disingkirkan berdasarkan gambaran klinis dan tanda dan gejala yang menyertai, pemeriksaan diagnostik tambahan (mis. bronkoskopi) sebaiknya dilakukan.

  • Biopsi paru sebaiknya dilakukan pada beberapa pasien dengan etiologi gagal napas akut yang masih belum pasti setelah bronkoskopi nondiagnostik dan pada pasien yang memiliki kemungkinan diagnosis: perdarahan alveolar difus, COP, metastasis kanker, vaskulitis, a tau penyakit paru difus yang tidak terdiagnosis.
  • Diagnosis akhir :
    - ALI/ ARDS ditegakkan setelah semua diagnosis banding disingkirkan.
DIAGNOSIS BANDING

Edema paru kardiogenik, pneumonia difus, perdarahan alveolar, penyakit paru interstitial akut (misalnya pneumonitis interstitial akut), jejas imunologis akut (mis. pneumonitis hipersensitivitas), jejas toksin (mis. pneumonitis radiasi), dan edema paru neurogenik.

PENATALAKSANAAN
  • Prinsip umum:
    (1) identifikasi dan tatalaksana penyakit primer dan kelainan bedah (mis. sepsis, aspirasi, trauma)
    (2) meminimalisir tindakan dan komplikasinya
    (3) profilaksis terhadap tromboemboli vena, perdarahan saluran cerna, aspirasi, sedasi berlebihan, dan infeksi kateter vena sentral
    ( 4) identifikasi infeksi nosokomial
    (5) nutrisi adekuat.
  • Dukungan ventilasi mekanik :
    tidal volum rendah, kurangi tekanan pengisian atrium kiri.
  • Kebutuhan cairan:
    restriksi cairan dan diuretik digunakan untuk mengurangi tekanan pengisian atrium kiri, monitor tanda hipotensi dan hipoperfusi organ seperti ginjal
  • Glukokortikoid:
    beberapa studi menunjukkan adanya penurunan mortalitas dan perbaikan prognosis pada pemberian kortikosteroid dosis rendah

KOMPLIKASI
Fibrosis paru, pneumotoraks, emboli paru, infeksi akibat pemasangan ventilator.

PROGNOSIS
Mortalitas diperkirakan 26-44%. Pasien usia >75 tahun memiliki mortalitas lebih tinggi (60%) dibandingkan dengan < 45 tahun (20%).

PROGNOSIS
  1. Hudson LD. Acute Respiratory Distress Syndrome. In : Schraugnagel DE. Breathing in America : Diseases, Progress, and Hope. American Thoracic Society. 2010. Hal 15-24.
  2. Choi AMK, Levy BD. Acute Respiratory Distress Syndrome. In : Longo DL, Fauci AS, Kasper DL Hauser SL Jameson JL, Loscalzo J. Harrison's Principles of Internal Medicine. 18 1h Edition. New York, McGraw-Hill. 2012.
  3. Tang BMP, Craig JC, Eslick GD, Seppelt I, Mclean AS. Use of corticosteroids in acute lung injury and acute respiratory distress syndrome: A systematic review and meta-analysis. Crit Care Med 2009 Vol. 37, No.5
  4. Amin Z. Sindrom Gangguan Respirasi Akut (ARDS). Dalam: Amin Z, Dahlan Z, Yuwono A (Eds). Panduan Tatalaksana/Prosedur Respirologi dan Penyakit Kritis Paru

Terimakasih Sudah Membaca Artikel Ini & Jangan Lupa Dishare Ya, By Catatan Seorang Hamba

Posting Sebelumnya
« Lihat Postingan Sebelumnya
Selanjutnya
Post Selanjutnya »