loading...
Home » » Angina pektoris stabil (Kardiologi)

Angina pektoris stabil (Kardiologi)

Diterbitkan Oleh Catatan Seorang Hamba Pada 21 April 2017

Angina pektoris stabil

adalah nyeri dada atau chest discomfort yang terjadi karena keadaan seperti olahraga atau stres emosional yang meningkatkan kebutuhan oksigen miokard.
Angina pektoris stabil
Karakteristik nyeri dada khas angina yang mengarah ke infark miokard/ iskemia miokard akut adalah:
  1. Lokasi di dada/substernal/sedikit di kiri, dengan penjalaran ke leher, rahang, bahu kiri, sampai dengan lengan dan jari-jari bagian ulnar, punggung/pundak kiri.
  2. Kualitas nyeri biasanya merupakan nyeri tumpul seperti rasa tertindih, terdesak, diremas-remas, dada mau pecah.
  3. Nyeri pertama kali timbul biasanya agak nyata, dari beberapa menit sampai 20 menit.

Nyeri dada ada yang memiliki ciri-ciri iskemik miokardium yang lengkap, sehingga tak diragukan lagi diagnosisnya disebut nyeri dada (angina) tipikal, sedangkan nyeri dada yang meragukan tidak memiliki ciri yang lengkap dan perlu dilakukan pendekatan yang hati-hati disebut nyeri dada (angina) atipik.

Nyeri dada lain yang sudah jelas berasal dari luar jantung disebut nyeri non kardiak.

Terdapat 3 kriteria untuk membantu menentukan jenis Angina:
  1. Nyeri dada substernal,
  2. Dicetuskan oleh aktifitas/emosi,
  3. Membaik dengan istirahat atau NTG.

Pasien disebut non anginal chest pain bila hanya ada 1 gejala, disebut angina atipik bila terdapat 2 gejala, dan angina tipikal bila ada 3 gejala.

PENDEKATAN DIAGNOSIS

Anamnesis

Biasa muncul pada pria >5O tahun atau wanita > 60 tahun dengan keluhan chest discomfort (seperti berat, tertekan, diremas, terdesak, dan jarang nyeri yang nyata), biasanya lokasi di dada, crescendo-decrescendo, berlangsung 2-5 menit (dapat menjalar ke bahu maupun kedua lengan, punggung, interscapular, leher, rahang, gigi, dan epigastrium).

Biasanya episode angina muncul karena latihan atau emosi, dapat juga saat istirahat dan membaik setelah istirahat.
Pasien dapat terbangun pada malam hari karena chest discomfort dan dispnea.

Pemeriksaan Fisik

Auskultasi sebaiknya dilakukan pada pasien dengan posisi lateral dekubitus.
Pada auskultasi dapat ditemukan bruit arteri, bunyi jantung III atau IV, jika iskemi akut atau infark sebelumnya merusak fungsi otot papilar maka dapat ditemukan murmur sistolik di apikal karena regurgitasi mitral, meskipun tidak khas untuk iskemi miokard.

Pemeriksaan Penunjang
  • Elektrokardiografi (EKG): tidak spesifik, dapat ditemukan hipertrofi ventrikel
  • Stress testing dengan EKG
  • Rontgen dada: pembesaran jantung, aneurisma ventrikular (tidak khas)
  • Darah (untuk mengetahui faktor yang memperberat seperti DM, gangguan ginjal, dan lain-lain): GDS, profillipid, hemoglobin A1C, fungsi ginjal
  • Pencitraan jantung: SPECT, MSCT
  • Arteriografi koroner, dipertimbangkan pada: pasien yang tetap pada kelas III-IV meskipun telah mendapat terapi yang cukup, pasien dengan risiko tinggi tanpa mempertimbangkan beratnya angina, pasien-pasien yang pulih dari serangan aritmia ventrikel yang berat sampai cardiac arrest, yang telah berhasil diatasi, dan pasien-pasien yang diketahui mempunyai disfungsi ventrikel kiri (fraksi ejeksi < 45%)

Diagnosis Banding Nyeri Dada
  • Kardiovaskular: infark miokard, unstable angina, perikarditis, mioperikarditis, diseksi aorta.
  • Paru: pneumonia, pleuritis, pneumotoraks, efusi pleura, hipertensi pulmonal
  • Saluran cerna: refluk esofagus, spasme esofagus, Mallory-weis, pankreatitis, penyakit bilier.
  • Muskuloskeletal dan lainnya: costochondritis, herpes zoster, ansietas.

PENATALAKSANAAN
  • Non farmakologis: stop rokok, stop alkohol, kurangi berat badan, olahraga 30-60 menit setiap hari.
  • Farmakologis:
    • Aspirin 75-162 mg/hari
    • Hipertensi: ACE inhibitor, Renin-Angiotensin-Aldosterone System Blockers, Penyekat Beta.
    • Kontrol gula darah,lipid

KOMPLIKASI

Aritmia jantung, regurgitasi mitral, gagal jantung kongestif, perikarditis, emboli paru, renjatan kardiogenik, stroke.

REFERENSI
  1. Rahman, A Muin. Angina pektoris stabil. Dalam : Sudoyo, Aru W. Setyohadi, Bambang. Alwi, ldrus. Simadibrata, Marcellus. Setiati. Siti. Buku Ajar llmu Penyakit Dalam Edisi V. Jakarta: Pusat lnformasi dan Penerbitan Departemen llmu Penyakit Dalam FKUI-RSCM: 2009. Halaman 1735-39.
  2. Ischemic heart disease in adult. Dalam : Fauci A Kasper D, Longo D, Braunwald E, Hauser S, Jameson J, Loscalzo J, editors. Harrison's principles of internal medicine. 18'h ed. United States of America; The McGraw-Hill Companies. 2011.
  3. Diamond GA. Forrester JS. Analysis of Probability as an Aid in the Clinical Diagnosis of Coronary- Artery Disease. N Eng I J Med 1979; 300: 1350-8.

Terimakasih Sudah Membaca Artikel Ini & Jangan Lupa Dishare Ya, By Catatan Seorang Hamba

Posting Sebelumnya
« Lihat Postingan Sebelumnya
Selanjutnya
Post Selanjutnya »