loading...
Home » » Diabetes mellitus (metabolik endokrin)

Diabetes mellitus (metabolik endokrin)

Diterbitkan Oleh Catatan Seorang Hamba Pada 21 April 2017

Diabetes mellitus

merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikiemia kronik yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin, atau kedua-duanya.

Dalam praktik sehari-hari DM tipe 2 yang paling sering ditemui, sehingga pembahasan lebih banyak difokuskan pada DM tipe 2.
Diabetes mellitus


PENDEKATAN DIAGNOSIS

Kriteria diagnosis DM:
  1. Gejala kalsik DM + glukosa plasma sewaktu ≥ 200mg/dl
  2. Gejala klasik DM + glukosa plasma puasa (tidak mendapat kalori tambahan sedikitnya 8 jam) ≥ 126 mg/dL
  3. Glukosa plasma 2 jam pada TTGO ≥ 200 mg/dl

Anamnesis
  • Gejala yang timbul
  • Hasil pemeriksaan laboratorium terdahulu meliputi : glukosa darah, A1C, dan hasil permeriksaan khusus yang terkait DM.
  • Pola makan, status nutrisi, dan riwayat perubahan berat badan
  • Riwayat tumbuh kembang pada pasien anak/dewasa muda
  • Pengobatan yang pernah diperoleh sebelumnya secara lengkap, termasuk terapi gizi medis dan penyuluhan yang telah diperoleh tentang perawatan DM secara mandiri, serta kepercayaan yang diikuti dalam bidang terapi kesehatan
  • Pengobatan yang sedang dijalani, termasuk obat yang digunakan, perencanaan makan dan program latihan jasmani.
  • Riwayat komplikasi akut (ketoasidosis diabetic, hiperosmolar hiperglikemia, dan hipoglikemia)
  • Riwayat infeksi sebelumnya, terutama infeksi kulit, gigi, dan traktus urogenitalis serta kaki
  • Gejala dan riwayat pengobatan komplikasi kronik (komplikasi pada ginjal,jantung, susunan saraf, mata, saluran pencernaan dll.)
  • Pengobatan lain yang mungkin berpengaruh terhadap glukosa darah
  • Faktor risiko: merokok, hipertensi, riwayat penyakit jantung koroner, obesitas, dan riwayat penyakit keluarga (termasuk penyakit DM dan endokrin lain)
  • Riwayat penyakit dan pengobatan diluar DM
  • Pola hidup, budaya, psikososial, pendidikan, dan status ekonomi
  • Kehidupan seksual, penggunaan kontrasepsi, dan kehamilan

Pemeriksaan Fisik
  • Pengukuran tinggi badan, berat badan, dan lingkar pinggang
  • Pemeriksaan ekstremitas atas dan bawah, termasuk jari
  • Pemeriksaan funduskopi
  • Pemeriksaan rongga mulut dan kelenjar tiroid
  • Pemeriksaan jantung
  • Evaluasi nadi, baik secara palpasi maupun dengan stetoskop
  • Pemeriksaan kulit (acantosis nigrican dan bekas tempat penyuntikan insulin) dan pemeriksaan neurologis
  • Pengukuran tekanan darah, termasuk pengukuran tekanan darah dalam posisi berdiri untuk mencari kemungkinan adanya hipotensi ortostatik, serta ankle brachial index (ABI), untuk mencari kemungkinan penyakit pembuluh darah arteri tepi
  • Tanda-tanda penyakit lain yang dapat menimbulkan DM tipe lain

Pemeriksaan Penunjang
  • Glukosa darah puasa dan 2 jam post prandial
  • HbA1C
  • Profil lipid pada keadaan puasa (kolesterol total, HDL, LDL, dan trigliserida)
  • Kreatinin serum
  • Albuminuria
  • Keton, sedimen, dan protein dalam urin
  • Elektrokardiogram
  • Foto sinar x dada

Diagnosis Banding

Hiperglikemia reaktif, Pre diabetes

PENATALAKSANAAN

Nonfarmakologis
  • Edukasi
  • Terapi gizi medis
  • Kebutuhan kalori

Farmakologis
Diabetes mellitus (metabolik endokrin)Diabetes mellitus (metabolik endokrin)
Indikasi Pemberian Insulin
  • Indikasi Mutlak : DM Tipe 1
  • Indikasi Relatif :
  • Gagal mencapai target dengan penggunaan kombinasi OHO dosis optimal (3-6 bulan) DM Tipe 2 rawat jalan dengan :
    • Kehamilan
    • Infeksi paru (tuberkulosis)
    • Kaki diabetik terinfeksi
    • Fluktuasi glukosa darah yang tinggi
    • Riwayat ketoasidosis berulang
    • Riwayat pankreatektomi
Diabetes mellitus (metabolik endokrin)

KOMPLIKASI
Ketoasidosis diabetik (KAD), status hiperglikemia hiperosmolar (SHH), hipoglikemi, retinopati, nefropati, neuropati, penyakit kardiovaskular.

PROGNOSIS

Diabetes

menyebabkan kematian pada 3 juta orang setiap tahun (1,7 -5,2% kematian di dunia)

REFERENSI
  1. PERKENI. Konsensus Pengelolaan Diabetes Melitus Tipe 2 di Indonesia. 2011.
  2. The Expert Committee on The Diagnosis and Classification of Diabetes Mellitus. Report of The Expert Committee on The Diagnosis and Classification of Diabetes Mellitus. Diabetes Care, Jan 2003;26(Suppl. 1 )
  3. Suyono S. Type 2 Diabetes Mellitus is a Beta-Cell Dysfunction. Prosiding Jakarta Diabetes Meeting 2002: The Recent Management in Diabetes and Its Complications : From Molecular to Clinic. Jakarta, 2-3 Nov 2002. Simposium Current Treatment in Internal Medicine 2000. Jakarta, 11-12 November 2000:185-99.
  4. Inzucch SE, Bergenstal RM, Buse JB et al. Management of HyperglycemiainType2 Diabetes: A Patient-Centered Approach. Position Statement of the American Diabetes Association (ADA) and the European Association for the Study of Diabetes (EASD).Diunduh dari http://care. diabetesjournals.org/content/35/6/1364.full.pdf+html pada tanggal 7 Juni 2012

Terimakasih Sudah Membaca Artikel Ini & Jangan Lupa Dishare Ya, By Catatan Seorang Hamba

Posting Sebelumnya
« Lihat Postingan Sebelumnya
Selanjutnya
Post Selanjutnya »