loading...
Home » » Diare Kronik (Gastro Enterologi)

Diare Kronik (Gastro Enterologi)

Diterbitkan Oleh Catatan Seorang Hamba Pada 21 April 2017

Diare kronik

adalah diare yang berlangsung lebih dari 14 hari sejak awal diare.
Diare dapat diklasifikasikan berdasarkan:
  1. Lama waktu: akut atau kronik
  2. Mekanisme patofisiologi: sekretorik, osmotic, dll
  3. Berat ringannya diare : ringan atau berat
  4. Penyebab infeksi atau tidak : infektif atau non infektif
  5. Penyebab organic atau tidak : organic atau fungsional
Diare kronik
PENDEKATAN DIAGNOSIS

Anamnesis
  1. Waktu dan frekuensi diare
  2. Bentuk tinja
  3. Keluhan lain yang menyertai seperti nyeri abdomen, demam, mual muntah, penurunan berat badan
  4. Obat-obatan: laksan, antibiotika, imunosupresan, dll
  5. Makanan/minuman

Pemeriksaan Fisik

Keadaan umum, status dehidrasi

Pemeriksaan Penunjang
  1. Pemeriksaan tinja,darah, urin
  2. Pemeriksaan anatomi usus sesuai indikasi: barium enema/Colon in loop (didahului BNO), kolonoskopi, ileoskopi, dan biopsy, barium follow thorugh atau enteroclysis, USG abdomen, CT Scan abdomen
  3. Fungsi usus dan pankreas: tes fungsi pankreas, CEA dan CA 19-9

PENATALAKSANAAN

Pengobatan diare kronik

ditujukan terhadap penyakit yang mendasari.
Sejumlah obat anti diare dapat digunakan pada diare kronik.
Opiate mungkin dapat digunakan dengan aman pada keadaan gejala stabil.
  1. Loperamid : 4 mg dosis awal, kemudian2 mg setiap mencret. Dosis maksimum 16 mg/hari
  2. Klonidin: B2 adrenergic agonis yang menghambat sekresi elektrolit intestinal, diberikan 0,1-0,2 mg/hari selama 7 hari. Bermanfaat pada pasien dengan diare sekretorik, kriptosporodiosis dan diabetes
  3. Octreotide: suatu analog somatostatin yang menstimulasi cairan instestinal dan absoprsi elektrolit dan menghambat sekresi melalui pelepasan peptide gastrointestinal.
  4. Berguna pada pengobatan diare sekretori yang disebabkan oleh vipoma dan tumor carcinoid dan pada beberapa kasus diare kronik yang berkaitan dengan AIDS. Dosis efektif 50mg-250mg subkutan tiga kali sehari
  5. Cholestiramin: mengikat garam empedu dan mencegah reabsorpsinya, berguna pada pasien diare sekunder karena garam empedu akibat reseksi intestinal atau penyakit ileum.
    Dosis 4 gr 1 s/d 3 kali sehari
  6. Atapulgit: biasanya dosis yang diberikan 3x2 tablet selama diare
KOMPLIKASI
Dehidrasi sampai syok hipovolemik, sepsis, gangguan elektrolit, dan asam basa/gas darah, Gagal ginjal akut, kematian.

REFERENSI
  1. Kolopaking SM.Pendekatan Diagnostik Diare Kronik.Dalam Alwi I, Setiati S,Setiyohadi B, Simadibrata M,Sudoyo AW.Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid I Edisi V.Jakarta:Interna Publishing;2010: 534-559
  2. McQuaid K.Chronic Diarrhea. In Lawrence M.Current Medical Diagnosis & Treatment 37th Ed.Prentice Hall International Inc.1998:544

Terimakasih Sudah Membaca Artikel Ini & Jangan Lupa Dishare Ya, By Catatan Seorang Hamba

Posting Sebelumnya
« Lihat Postingan Sebelumnya
Selanjutnya
Post Selanjutnya »