loading...
Home » » Osteoartritis / OA (reomatologi)

Osteoartritis / OA (reomatologi)

Diterbitkan Oleh Catatan Seorang Hamba Pada 21 April 2017

Osteoartritis (OA)

adalah penyakit sendi degeneratif dan inflamasi yang ditandai dengan perubahan patologik pada seluruh struktur sendi.

Keadaan patologis yang terjadi adalah hilangnya rawan sendi hialin, diikuti penebalan dan sklerosis tulang subkondral, pertumbuhan osteofit pada tepi sendi, teregangnya kapsul sendi, sinovitis ringan, dan kelemahan otot yang menyokong sendi.

Secara etiopatogenesis, osteoartritis adalah kegagalan perbaikan kerusakan sendi yang disebabkan oleh stres mekanik yang berlebih.
Faktor mekanik yang mendasari OA adalah peningkatan stres intra-artikular patologis, yang terjadi akibat peningkatan kuantitatif dari pembebanan sendi (misalnya pembebanan impulsif berulang).

Beban impulsif menyebabkan jejas mikro pada tulang subkondral dan rawan sendi yang melebihi kemampuan sendi untuk memperbaiki kerusakan.

Inflamasi pada osteoartritis timbul sekunder akibat produk degradasi rawan sendi dan tulang.

Faktor risiko osteoartritis adalah: faktor genetik, faktor konstitusional (usia, jenis kelamin perempuan, obesitas), dan faktor biomekanik (jejas sendi, penggunaan pada pekerjaan, berkurangnya kekuatan otot, malalignment sendi).

PENDEKATAN DIAGNOSIS
Kriteria diagnosis osteoartritis tangan berdasarkan kriteria ACR tahun 1990
  1. Nyeri tangan atau kaku, dan
  2. Tiga dari empat dari kriteria berikut:
    • Pembesaran jaringan keras pada ≥ 2 dari 10 sendi tangan tertentu (sendi DIP II dan III, sendi PIP II dan III, serta sendi CMC I pada tangan kiri dan kanan)
    • Pembesaran jaringan keras pada ≥ 2 sendi DIP
    • Pembengkakan pada < 3 sendi MCP
    • Deformitas pada minimal1 dari 10 sendi tangan tertentu.

Kriteria diagnosis osteoartritis sendi pinggul berdasarkan kriteria ACR tahun 1991
  1. Nyeri pinggul, dan
  2. Minimal 2 dari 3 kriteria berikut:
    • LED ≤ 20 mm/jam
    • Radiologi: terdapat osteofit pada femur atau asetabulum
    • Radiologi: terdapat penyempitan celah sendi (superior, aksial, dan/ atau medial)

DIAGNOSIS BANDING

Diagnosis banding perlu dipikirkan terutama pada osteoarthritis dengan efusi sendi atau inflamasi minimal.
Diagnosis banding pada kasus tersebut adalah:
Reumatik ekstra artikuler (bursitis, tendinitis), artritis gout, artritis reumatoid, artritis septik, spondilitis ankilosa, dan hemokromatosis.

PENATALAKSANAAN

Nonfarmakologis

Edukasi, menghindari aktivitas yang menyebabkan pembebanan berlebih pada sendi, olahraga untuk penguatan otot lokal dan olahraga aerobik, penurunan berat badan jika berat badan berlebih atau obes, aplikasi lokal panas atau dingin, peregangan sendi, transcutaneous electrical nerve stimulation (TENS), penggunaan penyokong sendi, penggunaan alat bantu pada yang mengalami gangguan dalam aktivitas sehari-hari.

Farmakologis
  • Antinyeri: Parasetamol, obat anti inflamasi non steroid (OAINS) topikal atau sistemik (baik yang nonspesifik maupun spesifik COX II), opioid, tergantung derajat nyeri dan inflamasi
  • Pertimbangkan injeksi kortikosteroid intraartikular terutama untuk OA lutut dengan efusi.
  • Injeksi hialuronat atau viscosupplement intra-artikular untuk OA lutut

Bedah

Tindakan bedah dilakukan jika terapi farmakologis sudah diberikan dan tidak memberikan hasil misalnya pasien masih merasa nyeri, disabilitas, dan mengurangi kualitas hidup mereka.
Tindakan bedah yang diindikasikan untuk osteoartritis lutut dan sendi panggul adalah total joint arthroplasty.

KOMPLIKASI

Deformitas sendi

PROGNOSIS

Osteoartritis tangan memiliki prognosis yang baik.
Keterlibatan dasar ibu jari memiliki prognosis yang lebih buruk.

Osteoartritis lutut memiliki prognosis yang bervariasi.

Osteoartritis sendi pinggul memiliki prognosis yang lebih buruk dibandingkan osteoartritis pada tempat lain.

Faktor risiko untuk total hip replacement adalah usia ≥ 60 tahun, kaku pagi, nyeri pada kemaluan atau paha sisi medial, berkurangnya ekstensi/ adduksi, rotasi internal yang nyeri, IMT :530 kg/m2

REFERENSI
  1. Soeroso J, lsbagio H, Kalim H, Broto R. Pramudiyo R. Osteoartritis. Dalam: Sudoyo AW, Setiyohadi B, Alwi I, Simadibrata M, Setiati S, penyunting. Buku ajar ilmu penyakit dalam. Edisi V. Jakarta; lnternaPublishing; 2009. Hal. 2538-49
  2. Felson DT. Osteoarthritis. Dalam: Longo DL. Kasper DL. Jameson JL Fauci AS, Hauser SL. Loscalzo J, penyunting. Harrison's principle of internal medicine. Edisi XVIII. McGraw-Hill Companies; 2012. Hal. 2828-36
  3. Brandt KD, Dieppe P, Radin EL. Etiopathogenesis of osteoarthritis. Rheum Dis Clin N Am 2008;34:531-59
  4. National Collaborating Centre for Chronic Conditions. Osteoarthritis: national clinical guideline for care and management in adults. London: Royal College of Physicians, 2008
  5. Abramson SB, Attur M. Developments in the scientific understanding of osteoarhtritis. Arthritis research and therapy 2009, 11:227

Terimakasih Sudah Membaca Artikel Ini & Jangan Lupa Dishare Ya, By Catatan Seorang Hamba

Posting Sebelumnya
« Lihat Postingan Sebelumnya
Selanjutnya
Post Selanjutnya »