loading...
Home » » Obat Aminoglikosida Untuk Antibiotik Bakteri

Obat Aminoglikosida Untuk Antibiotik Bakteri

Diterbitkan Oleh Catatan Seorang Hamba Pada 13 May 2017

Aminoglikosida 

adalah antibiotik bakteri yang bekerja dengan membuat celah (fisur) pada lapisan (membran) luar sel-sel bakteri.
Obat Aminoglikosida Untuk Antibiotik Bakteri
Salah Satu Contoh
Obat-obat yang termasuk dalam kelompok aminoglikosida umumnya ampuh membasmi bakteri aerob dan gram negatif. 
Biasanya obat-obat golongan aminoglikosida digunakan untuk menangani infeksi perut dan saluran kencing yang parah serta bakteremia dan endokarditis.

Beberapa jenis antibiotik di Indonesia yang termasuk kelompok aminoglikosida adalah:


  1. Amikacin.
  2. Gentamicin.
  3. Kanamycin.
  4. Neomycin.
  5. Netilmicin.
  6. Tobramycin.
  7. Dibekacin.
  8. Isepamicin.
  9. Kanamycin.
  10. Paromomycin.
  11. Ribostamycin.
  12. Sisomicin.
  13. Streptomycin. 


Tentang Aminoglikosida 

Jenis obat: Antibiotik
Golongan : Obat resep
Manfaat : Mengobati infeksi bakteri
Dikonsumsi oleh : Dewasa dan anak-anak
Bentuk : Suntik, infus, tetes, oles, tablet 

Peringatan !
Wanita yang sedang sedang hamil, atau menyusui, dianjurkan berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi antibiotik aminoglikosida.

Harap berhati-hati bagi yang sedang menderita gangguan pendengaran, gangguan ginjal, gangguan otot, bayi prematur dan pada usia neonatal, myasthenia gravis, fibrosis kistik, penyakit Parkinson, diabetes, otitis media, hipokalsemia, obesitas, vertigo, dan hipotensi.

Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis, segera temui dokter.

Dosis Aminoglikosida 

Dosis obat kelompok aminoglikosida untuk tiap pasien berbeda-beda. Biasanya, dosis dan jenis obat ditentukan dokter berdasarkan beberapa faktor yaitu:

  • Jenis dan kondisi penyakit.
  • Tingkat keparahan penyakit.
  • Respons tubuh tiap pasien.


Berkonsultasilah dengan dokter untuk menentukan dosis bagi anak-anak, yang biasanya disesuaikan dengan berat badannya.

Mengonsumsi Aminoglikosida Dengan Benar 

Pastikan untuk membaca petunjuk pada kemasan obat dan mengikuti anjuran dokter dalam mengonsumsi obat kelompok aminoglikosida.

Jangan menambahkan atau mengurangi dosis tanpa izin dokter.

Pastikan ada jarak waktu yang cukup antara satu dosis dengan dosis berikutnya.

Bagi pasien yang lupa mengonsumsi obat kelompok aminoglikosida, disarankan untuk segera mengonsumsinya begitu teringat jika jadwal dosis berikutnya tidak terlalu dekat.

Jangan menggandakan dosis obat kelompok aminoglikosida pada jadwal berikutnya untuk menggantikan dosis yang terlewat.

Kenali Efek Samping dan Bahaya Aminoglikosida 

Reaksi orang terhadap sebuah obat berbeda-beda.
Beberapa efek samping obat kelompok aminoglikosida yang umumnya terjadi adalah: 

Obat tetes:
Rasa perih, sensasi terbakar, atau iritasi ringan pada mata atau telinga.
Pandangan kabur setelah ditetesi obat.

Obat suntik:

  1. Sakit perut.
  2. Muntah.
  3. Kelelahan.
  4. Kulit menjadi pucat.
  5. Gangguan ginjal.
  6. Gangguan otak dan fungsi saraf tulang belakang.
  7. Gangguan pendengaran.
  8. Kesulitan buang air kecil.
  9. Kehilangan nafsu makan.
  10. Iritasi atau kemerahan pada bagian tubuh yang disuntik.


Vertigo Tablet:
Mual dan muntah, Diare.

Terimakasih Sudah Membaca Artikel Ini & Jangan Lupa Dishare Ya, By Catatan Seorang Hamba

Posting Sebelumnya
« Lihat Postingan Sebelumnya
Selanjutnya
Post Selanjutnya »